Archive for 6/1/11 - 7/1/11

Her ; Priscilla Ahn

June 30, 2011 § 0





Priscilla Ahn.
It's her voice I listen to when there's too much noise in the background.


one of my favourite ; Rain.








by Yon Yusuff.
dengarbunyiitu.


Sultanah Asma Girl's School ; a part of Yon.

June 24, 2011 § 0




their Mulan-themed performance. :)

download HD macam besaq separuh movie. dem~
nasib baik worth it.



by Yon Yusuff.

sport's day CyCom ; kontribusi Yon

§ 0



Yon Yusuff = Media & Publisiti.
Tak boleh kata "tidak" bila orang mintak tolong.

"Bukan bayarannya yang ku kejarin, "

Sementara aku masih ada hati malaikat, apa salahnya tolong orang dan berbakti kepada kelab sendiri. Sekurang-kurangnya ada kebaikan dalam hati Yon Yusuff. (LOL~)




Ini nametag untuk AJK.


oh lupa. dan sila abaikan "Taeng.Yul...bla,bla,bla " tulisan kecik kat bawah tu.
kad Yon Yusuff saja yang ada.


Ini poster yang telah diresize.



edit : pukui 8.30 daftar. (sigh..siiiiiigh)
^ bersebab.sapa tak paham, shadap.

konklusinya, WHATEVER.


dan...aku kena jadi MC esok. uh?
akulah bidan yang terjun kerana ditolak.
takpaaa...bukan majlis formal pun. takdak kena pakai kot pa jadah aih.




dan ini jugak aku print tadi sebab ada lebihan kertas. ^___________^





macam siot ja kan?hahahaha. aku nak pakai buat ganti kad matrik. XD
biaq kena jeling ngan pihak keselamatan tiap-tiap pagi.






by Yon Yusuff.

COPYPASTE ; Tukang Puisi dan Penjual Bunga

June 19, 2011 § 0






Suatu hari di awal bulan Oktober yang cerah. Sinar matahari berbinar lembut dipantulkan dedaunan. Udara cerah namun cukup sejuk. Hampir jam 12 siang.

Si tukang puisi keluar ke beranda rumah. Wajahnya masih kusut dan matanya masih sayu, rambutnya acak-acakan. Dia menggeliat sambil memasukan udara segar kedalam dadanya yang penuh asap tembakau. Mulutnya menguap lebar, tangan kirinya berusaha menutupi demi etika, tangan kanannya terentang ke udara demi kepuasan geliatnya.

Seorang gadis cilik penjual bunga lewat depan rumahnya menjinjing sekeranjang mawar yang wangi dan segar. Ia akan menawarkan bunganya pada yang sedih hatinya, yang girang hatinya, dan yang sedang dimabuk cinta. Merekalah yang biasanya membeli bunga.

“Selamat pagi bunga, kau segar dan cantik pagi ini. Bolehkah aku membeli setangkai mawar darimu?”

“Selamat siang, ini sudah bukan pagi. Kau tampak dekil dan kusut. Setangkai lima ribu.” Kata gadis cilik itu sambil menahan tawa melihat si tukang puisi.

“Ah, lima ribu… tak ada uang lagi padaku. Sudah aku habiskan untuk kopi dan kretek tadi malam. Bagaimana kalau aku bayar dengan sebuah puisi?”

“Nggak mau. Enak aja. Apa gunanya puisi bagiku?” jawab gadis cilik itu sambil mengurungkan niatnya memberikan setangkai mawar.

“Apa gunanya uang lima ribu bagimu?”

“Banyak. Aku bisa menabung. Kalau sudah banyak aku bisa membeli apa yang aku suka. Aku bisa menjadi kaya. Harta menopang badan kata orang-orang tua.”

“Puisi adalah keindahan tertinggi. Ungkapan cinta tersuci. Dan cinta menopang jiwa.” Kata si tukang puisi seolah berdeklamasi.

“Jika puisi keindahan tertinggi, mengapa orang-orang lebih suka membeli seikat mawar daripada sebait puisi?”

“Karena orang-orang telah tersesat di belantara harta jadi mereka tak mengenal lagi indahnya cinta dalam puisi.”

“Kalau begitu, gubahlah sebuah puisi yang indah tentang mawar ini, kau boleh memandangnya, kau boleh mencium harumnya tapi kau tak boleh memilikinya.” Gadis cilik penjual mawar itu perlahan melambaikan setangkai mawar segar di depan hidung si tukang puisi.

“Lalu juallah puisi itu kepada yang mau. Besok aku akan lewat lagi. Sisakan lima ribu untukku, jangan habiskan uangmu untuk kretek dan kopi. Akan kuberikan padamu mawar yang paling indah.” Kaki kecilnya yang ringan dan lincah segera menari meninggalkan si tukang puisi sendiri.

Bau mawar yang segar melambungkan imaginasi si tukang puisi. Sayang tak ada pena dan kertas di beranda. Dia hanya terpejam dan menghirup wangi mawar segar itu dalam-dalam dan menulis sebuah puisi dalam otaknya yang masih setengah bermimpi.







-credit to Ouda Saija.
http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/02/01/tukang-puisi-dan-penjual-bunga/

Bedebah kau ; ...******

June 11, 2011 § 0



Diminta semua pengguna Internet, aku menyeru kamu semua ;

INSTALL ANTI-SPYWARE!


jika tidak, dosa kamu mencarut akan bertambah tanpa kamu sedari, dan 2 jam dari 24 jam sehari yang Tuhan bagi boleh terbuang begitu sahaja.


SUNGGUH BEDEBAH.





cuss.cuss.disembowel. (courtesy to Mr. Bean's diary quote)